Ekonomi SMA

The Best You Can Be

Rupiah Stabil, Industri Bakal Tumbuh 6,2%

Posted by almaedita pada April 22, 2010

Pertumbuhan sektor industri dalam negeri sebesar 6,2 persen akan tercapai pada tahun ini, apabila pemerintah dapat menstabilkan nilai tukar rupiah.
JAKARTA – Pertumbuhan sektor industri dalam negeri sebesar 6,2 persen akan tercapai pada tahun ini, apabila pemerintah dapat menstabilkan nilai tukar rupiah.
Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat optimistis pertumbuhan industri akan mencapai 6,2 persen, seiring dengan revisi asumsi makro APBN-P pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,8 persen.
“Minimal kita dapat mencapai pertumbuhan industri enam persen dengan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen,” kata Hidayat di Jakarta, akhir pekan lalu.
Namun, Hidayat menyatakan, pertumbuhan tersebut dapat tercapai, dengan syarat pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) mampu menstabilkan nilai tukar rupiah. Karena, nilai tukar rupiah yang stabil membuat eksportir dan importir berada dalam posisi menguntungkan.
Hidayat mengatakan, pemerintah melalui BI harus mampu menjaga rupiah berada di kisaran Rp9.200-Rp9.300. Pasalnya, nilai tukar rupiah saat ini telalu kuat dan cenderung fluktuatif.
Sebelumnya, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur akan mencapai hingga 4,55 persen pada tahun ini. Hidayat mengatakan, ACFTA akan mempengaruhi pertumbuhan industri manufaktur, terutama industri yang terpukul dengan serbuan produk China seperti tekstil dan besi baja.
Guna mencapai target pertumbuhan industri 4,55 persen, Hidayat akan menempatkan beberapa sektor unggulan, di antaranya makanan minuman, tembakau, percetakan, semen (kimia hilir), dan beberapa logam.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merinci, proyeksi pertumbuhan industri terdiri dari industri makanan minuman dan tembakau (6,61 persen), tekstil barang kulit dan alas kaki (1,45 persen), barang kayu dan hasil hutan lainnya (0,46 persen), kertas dan barang cetakan (2,58 persen), pupuk kimia dan barang dari karet (4,9 persen), semen dan bahan galian nonlogam (0,22 persen), logam dasar besi dan baja (minus 0,06 persen), alat angkut mesin dan peralatan (6,87 persen), serta industri lainnya (0,76 persen).

By ade.lestarini, okezone.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: